Senin, 10 Maret 2014
Assalamualaikum,di blog ini saya mencoba untuk berbagi sedikit tentang ilmu pengetahuan salah satu nya tentang para penemuan fisika dan apa yang telah di temui oleh para penemu tersebut.
semoga apa yang telah saya bagikan ini dapat bermanfaat bagi teman-teman semua.
terimakasih atas kunjungan teman-teman semua jika ada kesalahan di dalam isi blog ini saya mohon maaf,karena manusia tidak luput dari kesalahan kesempurnaan hanya milik allah swt dan kekurangan itu dari diri saya sendiri.
1.Albert Einstein
Albert Einstein (14 Maret 1879–18 April 1955) adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang
luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori
relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum,
mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam
Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan
“pengabdiannya bagi Fisika Teoretis”. Setelah teori relativitas umum
dirumuskan, Einstein menjadi terkenal ke seluruh dunia, pencapaian yang tidak
biasa bagi seorang ilmuwan. Di masa tuanya, keterkenalannya melampaui ketenaran
semua ilmuwan dalam sejarah, dan dalam budaya populer, kata Einstein dianggap bersinonim
dengan kecerdasan atau bahkan jenius. Wajahnya merupakan salah satu yang paling
dikenal di seluruh dunia. Pada tahun 1999, Einstein dinamakan “Orang Abad Ini”
oleh majalah Time. Kepopulerannya juga membuat nama “Einstein” digunakan secara
luas dalam iklan dan barang dagangan lain, dan akhirnya “Albert Einstein”
didaftarkan sebagai merk dagang. Untuk menghargainya, sebuah satuan dalam
fotokimia dinamai einstein, sebuah unsur kimia dinamai einsteinium, dan sebuah
asteroid dinamai 2001 Einstein.
2. Isaac newton
Sir Isaac Newton adalah
ahli fisika, matematika, astronomi, kimia dan ahli filsafat yang lahir di
Inggris. Buku yang ditulis dan dipublikasikan pada tahun 1687, Philosophiæ
Naturalis Principia Mathematica, dikatakan sebagai buku yang paling berpengaruh
dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan. Karyanya ini menjelaskan tentang
hukum gravitasi dan tiga asas (hukum) pergerakan, yang mengubah pandangan orang
terhadap hukum fisika alam selama tiga abad kedepan dan menjadi dasar dari ilmu
pengetahuan modern.
Pada tahun 1670 sampai 1672, Newton memberikan pelajaran tentang optik. Dan
selama masa ini, dia sendiri menyelidiki refraksi cahaya (refraksi: perubahan
arah dari suatu gelombang akibat perubahan kecepatan) dan memberikan demostrasi
bahwa sebuah prisma dapat memecah cahaya putih menjadi berbagai macam spektrum
warna dan sebuah lensa pada prisma yang kedua, dapat membentuk spektrum warna
tersebut menjadi satu cahaya putih kembali
Isaac Newton menyadari bahwa matematika adalah cara untuk menjelaskan
hukum-hukum alam seperti gravitasi, dan membuat beberapa rumus untuk menghitung
'pergerakan benda' dan 'gravitasi bumi'. Gravitasi adalah kekuatan yang membuat
suatu benda selalu bergerak jatuh ke bawah. Dengan tiga prinsip dasar dari
hukum pergerakan, Newton dapat menjelaskan dan membuktikan bahwa planet beredar
mengelilingi matahari dalam orbit yang berbentuk oval dan tidak bulat penuh.
Kemudian Newton menggunakan tiga prinsip dasar pergerakan yang sekarang di kenal
sebagai Hukum Newton untuk menjelaskan bagaimana benda bergerak.
Ayah Isaac Newton meninggal tiga bulan setelah Newton lahir, dan dimasa
kecilnya, Newton tinggal bersama neneknya. Newton kemudian bersekolah di
sekolah desa dan kemudian pindah ke sekoah yang lebih baik di Grantham, dimana
disana dia menjadi murid dengan peringkat atas.
Saat
ini banyak kisah yang menceritakan bahwa Newton mendapatkan rumus tentang teori
gravitasi dan sebuah apel yang jatuh dari pohon. Di kisahkan bahwa suatu hari
Newton duduk dan belajar di bawah pohon apel dan saat itu sebuah apel jatuh
dari pohon tersebut. Dengan mengamati apel yang jatuh, Newton mengambil
kesimpulan bahwa ada sesuatu kekuatan yang menarik apel tersebut jatuh kebawah,
dan kekuatan itu yang kita kenal sekarang dengan nama gravitasi.
3. Galileo
Galilei
Galileo Galilei (1564-1642) adalah ahli astronomi Italia, ahli matematika, ahli
fisika, guru besar, pengarang, penemu hukum gerak yang kemudian dirumuskan oleh
Newton, bapak metode eksperimental, penemu hukum benda jatuh, penemu hukum
bandul, penemu thermometer dan teleskop, penemu teori matematik gerak parabola.
Ia orang pertama di dunia yang menerapkan matematika untuk menganalisis
mekanika. Ia menghubungkan fisika dan astronomi dengan matematika dan tidak
dengan filsafat tradisional. Ia menentang pendapat Aristoteles dan Ptolemeus.
Sebenarnya orang pertama
di dunia yang menemukan teleskop atau teropong adalah Hans Lippershey, ahli
optika Belanda, pada tahun 1608. Tapi Lippershey tidak mau menerima patennya.
Ketika mendengar hal itu Galileo lalu membuat teleskop sendiri. Mula-mula
teleskopnya hanya mampu membesarkan benda 9 kali dan akhirnya berhasil membuat
teleskop yang mampu membesarkan benda 33 kali. Dengan teleskop sederhana ini
Galileo jadi masyhur karena menemukan cincin Saturnus, empat buah bulan
Yupiter, gunung-gunung dan kawah-kawah dibulan. Ia juga menemukan di bawah
galaksi sebenarnya gugusan bintang yang berjuta-juta banyaknya.
Galileo lahir di
Pisa,Italia,pada tanggal 15 Febuari 1564 dan meninggal di Arcetri pada tanggal
8 januari 1642 pada umur 78 tahun karena demam. Ia lahir tiga hari sebelum
Michelangelo meninggal dan tutup usia satu tahun sebelum Newton lahir. Ayah
Galileo bernama Vicenzo Galilei, ahli musik dan matematika. Ia mengharapkan
Galileo menjadi dokter. Ketika Galileo berumur 10 tahun, orang tuanya pindah ke
Florence, di sini Galileo bersekolah di biara Vallombrosa. Pada umurnya 17
tahun ia disuruh ayahnya masuk Universitas Pisa jurusan kedokteran.
Pada suatu hari ia masuk ke
Katedral kota itu. Disitu ia melihat lampu gantung yang sedang dinyalakan oleh
koster (pelayan gereja). Lampu-lampu itu berayun-ayun karena disentuh koster.
Lebar ayunanya bermacam-macam. Galieo menghitung lamanya ayunan dengan denyut
nadinya karena waktu itu belum ada alrloji atau alat ukur lainnya. Setiba
dirumah ia mengulangi peristiwa itu dengan bola dari berbagai ukuran dan berat.
Akhirnya ia menemukan hukum ini: Waktu ayun tidak tergantung pada lebar ayun
dan berat bandul, asal lebar ayun tidak terlalu besar. Waktu ayun berbanding
lurus dengan panjang bandul dan berbanding terbalik dengan akar percepatan yang
disebabkan gaya grafitasi.
Galileo belajar matematika pada
Ostilio Ricci, guru di Istana Tuscana. Ia mulai jemu kuliah kedokteran dan pada
umur 21 tahun berhenti kuliah tanpa gelar dokter karena kurang biaya. Ia mulai
mengarang karyanya tentang neraca hidrostatik (1586) dan pusat gaya berat pada
benda padat (1589) menyebabkan ia terkenal di Italia dan diangkat jadi dosen di
Universitas Padua. Ia punya pembantu bernama Maria Gamba. Dengan wanita ini ia
mendapatkan dua anak perempuan dan laki-laki.
Dosen-dosen universitas di
seluruh Italia menganggap ajaran Aristoteles dan Ptolemeus paling benar.
Aristoteles mengatakan bahwa benda berat jatuh lebih dulu ke bumi dari pada
benda ringan. Dan mengatakan bahwa permukaan bulan rata dan memancarkan cahaya.
Ptolemes mengatakan bahwa bumi tidak bergerak’ matahari dan bintang-bitang
mengelilingi bumi. Tokoh-tokoh agama mengikuti ajaran Ptolemeus karena dalam
kitab suci tertulis! Matahari, berhentilah! Kalimat ini disalah tafsirkan bahwa
mataharilah yang bergerak bukan bumi. (Bandingkanlah dengan kalimat sehari-hari
matahari terbit dan terbenam).
Kata orang Galileo menjatuhkan
beda berbagai ukuran dan berat dari menara Pisa. Percobaan ini disaksikan oleh
para Mahasiswa dan para Ilmuwan. Benda-beda itu jatuh bersamaan di bumi. Dengan
ini terbukti bahwa teori Aristoteles tentang benda jatuh keliru. Dengan
teleskopnya. Galileo dapat membuktikan bahwa Aristoteles dan Ptolemeus tentang
benda-benda angkasa beserta gerak dan susunannya juga salah Galileo memihak dan
mendukung teori Copernicus yang mengatakan bahwa matahari pusat tata surya.
Oleh karena itu Galileo di tangkap para tokoh agama, diadili, dikenakan tahanan
rumah.
4. Charles Augustin de coulomb
Charles Augustin de Coulomb(1736-1806) adalah ahli fisika Prancis. Penemu Hukum Coulomb
(1785), penemu neraca punter (torsi,1777), insinyur militer, inspektur jenderal
pendidikan, dan pengarang. Ia lahir di Augouleme, Prancis, pada tanggal 14 Juni
1736 dan meninggal di Paris pada tanggal 23 Agustus 1806 pada umur 70 tahun.
Ia sangat masyhur karena dapat
mengukur gaya listrik dan gaya magnetic dengan teliti. Untuk menghormatinya
namanya diabadikan sebagai satuan muatan listrik, ialah couloumb (disingkat C).
Satu couloumb = banyaknya muatan listrik yang mengalir lewat suatu penghantar
selama satu detik, bila besar arus satu ampere.
Hukum Couloumb berbunyi sebagai berikut:”Gaya tarik atau gaya tolak dua benda yang bermuatan listrik berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya dan berbanding lurus dengan besar masing-masing muatan”. Untuk mengukur gaya listrik, Couloumb mempergunakan neraca punter atau neraca torsi yang sangat peka.
Hukum Coulomb adalah gaya yang dilakukan oleh dua benda (yang msaing-masing bermuatan listrik) yang satu dan yang lainnya, adalah sebanding dengan kuat muatan arus listrik dari benda tersebut. Interaksi antara dua benda bermuatan yang dimensi geometrinya dapat diabaikan terhadap jarak antar keduanya. Maka dalam pendekatan yang cukup baik dapat dianggap bahwa kedua benda bermuatan tersebut sebagai titik muatan.
5. Max Planck
Hukum Couloumb berbunyi sebagai berikut:”Gaya tarik atau gaya tolak dua benda yang bermuatan listrik berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya dan berbanding lurus dengan besar masing-masing muatan”. Untuk mengukur gaya listrik, Couloumb mempergunakan neraca punter atau neraca torsi yang sangat peka.
Hukum Coulomb adalah gaya yang dilakukan oleh dua benda (yang msaing-masing bermuatan listrik) yang satu dan yang lainnya, adalah sebanding dengan kuat muatan arus listrik dari benda tersebut. Interaksi antara dua benda bermuatan yang dimensi geometrinya dapat diabaikan terhadap jarak antar keduanya. Maka dalam pendekatan yang cukup baik dapat dianggap bahwa kedua benda bermuatan tersebut sebagai titik muatan.
5. Max Planck
Max Planck (1858-1947), ilmuwan fisika teori Jerman, yang mencetuskan gagasan
awal tentang teori kuantum. Ini lahir dari upayanya untuk menjelaskan teka-teki
fisika yang berkaitan dengan pancaran tenaga (energi) gelombang elektromagnet
oleh benda (hitam) panas. Pemecahannya ia temukan pada 1901 dengan anggapan
bahwa "tenaga gelombang elektromagnet dipancarkan dan diserap bahan dalam
bentuk catu-catu tenaga (diskrit) yang sebanding dengan frekuensi gelombang
elektromagnet".
Satu tenaga ini disebutnya kuanta (latin: sekian banyak: kuantum, bentuk tunggalnya). Dengan demikian, tahun 1901 dicatat sebagai awal bergilirnya bola teori kuantum. Namun, para fisikawan seangkatannya memandang gagasan Planck ini tidak mempunyai makna fisika yang jauh melainkan sekadar sebagai suatu kiat matematika belaka.
Empat tahun kemudian, pemuda Albert Einstein (1879-1955) mencatat dirinya sebagai orang pertama yang menerapkan gagasan Planck lebih jauh dalam fisika. Salah satunya, berkaitan dengan "efek fotolistrik", yaitu teka-teki terbebaskannya elektron-elektron dari permukaan logam bila disinari cahaya (gelombang elektromagnet).
Penjelasannya, karena elektron-elektron itu ditumbuk dan ditendang keluar oleh kuanta-kuanta cahaya yang berperilaku sebagai partikel (zarah). Kuanta cahaya ini disebut Einstein, foton. Dengan demikian, cahaya (gelombang elektromagnet) yang mulanya dipandang sebagai gelombang, kini diperlakukan pula sebagai partikel oleh Einstein.
Bahwa foton menumbuk elektron, seperti halnya tumbukan dua bola bilyard, kemudian dibuktikan dengan percobaan oleh Arthur H. Compton (1892-1962) dari Amerika Serikat pada 1923, yang mengabadikan namanya dengan peristiwa itu.
Gelombang partikel
Gagasan foton Einstein kemudian diterapkan Louis de Broglie pada 1922, sebelum Compton membuktikannya, untuk menurunkan Hukum Wien (1896). Ini menyatakan bahwa "bagian tenaga elektromagnet yang paling banyak dipancarkan benda (hitam) panas adalah yang frekuensinya sekitar 100 milyar kali suhu mutlak (273 + suhu Celsius) benda itu". Pekerjaan ini ternyata memberi dampak yang berkesan bagi de Broglie.
Pada musim panas 1923, de Broglie menyatakan, "secara tiba-tiba muncul gagasan untuk memperluas perilaku rangkap (dual) cahaya mencangkup pula alam partikel". Ia kemudian memberanikan diri dengan mengemukakan bahwa "partikel, seperti elektron juga berperilaku sebagai gelombang". Gagasannya ini ia tuangkan dalam tiga makalah ringkas yang diterbitkan pada 1924; salah satunya dalam jurnal vak fisika Perancis, Comptes Rendus.
Penyajiannya secara terinci dan lebih luas kemudian menjadi bahan tesis doktoralnya yang ia pertahankan pada November 1924 di Sorbonne, Paris. Tesis ini berangkat dari dua persamaan yang telah dirumuskan Einstein untuk foton, E=hf dan p=h/. Dalam kedua persamaan ini, perilaku yang "berkaitan" dengan partikel (energi E dan momentum p) muncul di ruas kiri, sedangkan ruas kanan dengan gelombang (frekuensi f dan panjang gelombang , baca: lambda). Besaran h adalah tetapan alam yang ditemukan Planck, tetapan Planck.
Secara tegas, de Broglie mengatakan bahwa hubungan di atas juga berlaku untuk partikel. Ini merupakan maklumat teori yang melahirkan gelombang partikel atau de Broglie. Untuk partikel, seperti elektron, momentum p adalah hasilkali massa (sebanding dengan berat) dan lajunya. Karena itu, panjang gelombang de Broglie berbanding terbalik dengan massa dan laju partikel. Sebagai contoh, elektron dengan laju 100 cm per detik, panjang gelombangnya sekitar 0,7 mm.
Tantangan Tesis ini kemudian diterbitkan pada awal 1925 dalam jurnal vak fisika Perancis, Annales de Physique. Namun, luput dari perhatian para fisikawan. Bahkan, para penguji de Broglie hanya terkesan dengan penalaran matematikanya tetapi tidak mempercayai segi fisikanya.
Promotornya, Paul Langevin (1872-1946), kemudian mengirimkan satu kopi kepada Einstein di Berlin, yang ternyata memberi rekasi mendukung. Ia memandangnya lebih daripada permainan matematika dengan menekankan bahwa gelombang partikel haruslah nyata. Berita ini kemudian ia teruskan kepada Max Born (1882-1970), fisikawan teori Jerman, di Gottingen.
Born kemudian menanyakan kemungkinan eksperimentalnya kepada James Franck (1882-1964), rekan sekerjanya, yang memberi tanggapan mendukung dengan menunjuk pada teka-teki hasil percobaan Clinton J. Davisson (1881-1958) dan asistennya Charles H. Kunsman dari Amerika Serikat pada 1922 dan 1923. Keduanya mengamati bahwa permukaan logam yang ditembaki dengan berkas elektron selain memancarkan kembali elektron-elektron dengan tenaga yang sangat rendah, ternyata ada pula yang memiliki tenaga sama dengan elektron semula.
Teka-teki ini kemudian terjelaskan oleh Walter Elsaser, mahasiswa Born, pada tahun 1925 dalam sebuah makalah ringkas dengan menggunakan gagasan gelombang de Broglie. Namun sayang, para fisikawan eksperimen tidak terkesan dengan tafsir ulang ini terhadap data percobaan mereka - apalagi oleh seorang mahasiswa berusia 21 tahun yang sama sekali belum dikenal.
Dukungan dan hadiah Nobel
Pada tahun 1926 barulah nampak suatu terang! Erwin Schrodinger (1887-1961), fisikawan teori Austria, merumuskan suatu persamaan matematika yang mengendalikan kelakuan rambatan gelombang partikel dalam berbagai sistem fisika. Ini sama halnya dengan persamaan gerak Newton dalam mekanika Newton (klasik) yang mengendalikan kelakuan gerak partikel.
Karya Schrodinger ini melahirkan mekanika baru yang dikenal sebagai mekanika gelombang atau lazimnya disebut mekanika kuantum. Penerapannya pada struktur atom berhasil menjelaskan berbagai data pengamatan dengan begitu mengesankan, tanpa dipaksa, sehingga menyentakkan para fisikawan untuk menerima gagasan de Broglie.
Dukungan berikutnya datang dari Amerika Serikat, oleh Clinton J. Davisson dan Lester H. Germer (1896 - ?) yang menerbitkan hasil percobaan mereka pada 1927, bahwa elektron memang memperlihatkan perilaku gelombang. Bukti yang sama tetapi dengan metode percobaan yang berbeda juga dilaporkan oleh George P. Thomson (1892-1975) dari Inggris pada waktu itu.
Dukungan bukti-bukti percobaan ini kemudian mengukuhkan penerimaan gelombang partikel yang diikuti dengan dianugerahkannya hadiah Nobel Fisika (tunggal) 1929 bagi Louis de Broglie. Suatu penghargaan keilmuan bergengsi yang patut bagi karya ilmiahnya yang begitu revolusioner
Satu tenaga ini disebutnya kuanta (latin: sekian banyak: kuantum, bentuk tunggalnya). Dengan demikian, tahun 1901 dicatat sebagai awal bergilirnya bola teori kuantum. Namun, para fisikawan seangkatannya memandang gagasan Planck ini tidak mempunyai makna fisika yang jauh melainkan sekadar sebagai suatu kiat matematika belaka.
Empat tahun kemudian, pemuda Albert Einstein (1879-1955) mencatat dirinya sebagai orang pertama yang menerapkan gagasan Planck lebih jauh dalam fisika. Salah satunya, berkaitan dengan "efek fotolistrik", yaitu teka-teki terbebaskannya elektron-elektron dari permukaan logam bila disinari cahaya (gelombang elektromagnet).
Penjelasannya, karena elektron-elektron itu ditumbuk dan ditendang keluar oleh kuanta-kuanta cahaya yang berperilaku sebagai partikel (zarah). Kuanta cahaya ini disebut Einstein, foton. Dengan demikian, cahaya (gelombang elektromagnet) yang mulanya dipandang sebagai gelombang, kini diperlakukan pula sebagai partikel oleh Einstein.
Bahwa foton menumbuk elektron, seperti halnya tumbukan dua bola bilyard, kemudian dibuktikan dengan percobaan oleh Arthur H. Compton (1892-1962) dari Amerika Serikat pada 1923, yang mengabadikan namanya dengan peristiwa itu.
Gelombang partikel
Gagasan foton Einstein kemudian diterapkan Louis de Broglie pada 1922, sebelum Compton membuktikannya, untuk menurunkan Hukum Wien (1896). Ini menyatakan bahwa "bagian tenaga elektromagnet yang paling banyak dipancarkan benda (hitam) panas adalah yang frekuensinya sekitar 100 milyar kali suhu mutlak (273 + suhu Celsius) benda itu". Pekerjaan ini ternyata memberi dampak yang berkesan bagi de Broglie.
Pada musim panas 1923, de Broglie menyatakan, "secara tiba-tiba muncul gagasan untuk memperluas perilaku rangkap (dual) cahaya mencangkup pula alam partikel". Ia kemudian memberanikan diri dengan mengemukakan bahwa "partikel, seperti elektron juga berperilaku sebagai gelombang". Gagasannya ini ia tuangkan dalam tiga makalah ringkas yang diterbitkan pada 1924; salah satunya dalam jurnal vak fisika Perancis, Comptes Rendus.
Penyajiannya secara terinci dan lebih luas kemudian menjadi bahan tesis doktoralnya yang ia pertahankan pada November 1924 di Sorbonne, Paris. Tesis ini berangkat dari dua persamaan yang telah dirumuskan Einstein untuk foton, E=hf dan p=h/. Dalam kedua persamaan ini, perilaku yang "berkaitan" dengan partikel (energi E dan momentum p) muncul di ruas kiri, sedangkan ruas kanan dengan gelombang (frekuensi f dan panjang gelombang , baca: lambda). Besaran h adalah tetapan alam yang ditemukan Planck, tetapan Planck.
Secara tegas, de Broglie mengatakan bahwa hubungan di atas juga berlaku untuk partikel. Ini merupakan maklumat teori yang melahirkan gelombang partikel atau de Broglie. Untuk partikel, seperti elektron, momentum p adalah hasilkali massa (sebanding dengan berat) dan lajunya. Karena itu, panjang gelombang de Broglie berbanding terbalik dengan massa dan laju partikel. Sebagai contoh, elektron dengan laju 100 cm per detik, panjang gelombangnya sekitar 0,7 mm.
Tantangan Tesis ini kemudian diterbitkan pada awal 1925 dalam jurnal vak fisika Perancis, Annales de Physique. Namun, luput dari perhatian para fisikawan. Bahkan, para penguji de Broglie hanya terkesan dengan penalaran matematikanya tetapi tidak mempercayai segi fisikanya.
Promotornya, Paul Langevin (1872-1946), kemudian mengirimkan satu kopi kepada Einstein di Berlin, yang ternyata memberi rekasi mendukung. Ia memandangnya lebih daripada permainan matematika dengan menekankan bahwa gelombang partikel haruslah nyata. Berita ini kemudian ia teruskan kepada Max Born (1882-1970), fisikawan teori Jerman, di Gottingen.
Born kemudian menanyakan kemungkinan eksperimentalnya kepada James Franck (1882-1964), rekan sekerjanya, yang memberi tanggapan mendukung dengan menunjuk pada teka-teki hasil percobaan Clinton J. Davisson (1881-1958) dan asistennya Charles H. Kunsman dari Amerika Serikat pada 1922 dan 1923. Keduanya mengamati bahwa permukaan logam yang ditembaki dengan berkas elektron selain memancarkan kembali elektron-elektron dengan tenaga yang sangat rendah, ternyata ada pula yang memiliki tenaga sama dengan elektron semula.
Teka-teki ini kemudian terjelaskan oleh Walter Elsaser, mahasiswa Born, pada tahun 1925 dalam sebuah makalah ringkas dengan menggunakan gagasan gelombang de Broglie. Namun sayang, para fisikawan eksperimen tidak terkesan dengan tafsir ulang ini terhadap data percobaan mereka - apalagi oleh seorang mahasiswa berusia 21 tahun yang sama sekali belum dikenal.
Dukungan dan hadiah Nobel
Pada tahun 1926 barulah nampak suatu terang! Erwin Schrodinger (1887-1961), fisikawan teori Austria, merumuskan suatu persamaan matematika yang mengendalikan kelakuan rambatan gelombang partikel dalam berbagai sistem fisika. Ini sama halnya dengan persamaan gerak Newton dalam mekanika Newton (klasik) yang mengendalikan kelakuan gerak partikel.
Karya Schrodinger ini melahirkan mekanika baru yang dikenal sebagai mekanika gelombang atau lazimnya disebut mekanika kuantum. Penerapannya pada struktur atom berhasil menjelaskan berbagai data pengamatan dengan begitu mengesankan, tanpa dipaksa, sehingga menyentakkan para fisikawan untuk menerima gagasan de Broglie.
Dukungan berikutnya datang dari Amerika Serikat, oleh Clinton J. Davisson dan Lester H. Germer (1896 - ?) yang menerbitkan hasil percobaan mereka pada 1927, bahwa elektron memang memperlihatkan perilaku gelombang. Bukti yang sama tetapi dengan metode percobaan yang berbeda juga dilaporkan oleh George P. Thomson (1892-1975) dari Inggris pada waktu itu.
Dukungan bukti-bukti percobaan ini kemudian mengukuhkan penerimaan gelombang partikel yang diikuti dengan dianugerahkannya hadiah Nobel Fisika (tunggal) 1929 bagi Louis de Broglie. Suatu penghargaan keilmuan bergengsi yang patut bagi karya ilmiahnya yang begitu revolusioner
6. Wilhelm Conrad Rontgen
Wilhelm Conrand lahir 27 Maret 1845 di Lennep Jerman anak seorang pedagang pakaian. Pada usia 3 tahun, keluarganya pindah ke Apeldoorn Belanda. Ia kemudian masuk ke Institut Martinus Herman Van Doorn. Ia awalnya tidak memperlihatkan bakat khusus tetapi sangat menyukai alam dan gemar bertualang di tempat terbuka. Prestasinya juga tergolong biasa-biasa saja dan tak seorangpun menduga ia menjadi ahli fisika dan mencatatkan namanya dalam sejarah dunia sebagai tokoh yang menemukan sinar X (Sinar Rontgen) yang hingga kini makin luas dipergunakan dalam dunia kedokteran. Ia kemudian mendapatkan nobel bidang Fisika pertama tahun 1901.
Rontgen belajar Fisika Universitas Utrecht tahun 1865. Ia kemudian masuk dalam jurusan Rekayasa Mekanik di Politeknik Zurich Swiss dan bekerja di laboratorium Kundt di bawah bimbingan dosennya-Clausius. Rontgen memperoleh gelar Ph.d tahun 1869, kemudian terbang ke Prancis mengajar di Univesitas Strasbourg sebagai guru besar bidang Fisika. Tak lama kemudian ia pindah ke Jerman tahun 1900 menjadi ketua jurusan Fisika Universitas Munich atas permintaan khusus pemerintah Provinsi Bavaria.
Karya pertamanya dipublikasikan tahun 1870 tentang “panas gas yang spesifik”, kemudian disusul karya tulis tentang “konsuksi panas kristal. Tahun 1895 ia mempelajari fenomena yang melintasi lintasan arus listrik melalui gas yang bertekanan snagat rendah. Penelitian ini menginspirasi pada penemuan jenis sinar X. Ia menemukan obyek-obyek dengan ketebalan berbeda yang ditempatkan pada cahaya memperlihatkan transparansi berbeda-beda ketika direkam dengan plat fotografi. Ketika dia mendiamkan sebentar tangan istrinya di garis edar cahaya di atas plat topografi, dia melihat gambar tangan istrinya ketika plat itu di cetak. Gambar bayangan tulang dan cincin yang dikenakan istrinya terlihat dalam gambar rontgen pertama. Dalam percobaan selanjutnya, ia melihat bahwa cahaya baru ini dihasilkan oleh sinar kode yang disorotkan pada obyek material. Karena sifatnya tidak diketahui ia memberinya nama sinar X. Baru di kemudian hari, Max van Laue memperlihatkan sinar X memiliki sifat yang elektromagnetik yang sama dengan sinar lain namun memiliki tinggi frekuensi getar yang berbeda.
Atas penemuannya ini Rontgen mendapat penghargaan luar biasa dari dunia. Jalan-jalan di beberapa kota besar di Eropa di namai sesuai namanya, Ia juga mendapat berbagai hadiah, gelar kehormatan, gelar Dr honoriscausa dari beberapa universitas ternama dunia. Namun kehidupan, gaya dan sikapnya tetaplah sederhana. Ia terkenal orang yang rama, sopan santun, dan tidak segan memberikan bantuan kepada orang lain. Ia juga lebih senang bekerja sendirian dan tidak mengangkat asisten. Rontgen menikah dengan Anna Bertha Ludwig keponakan seorang penyair Otto Ludwig tahun 1872 di Apeldroorn Belanda. Ia meninggal 10 Februari 1923 karena kanker usus 4 tahun setelah istrinya meninggal lebih dulu
Wilhelm Conrand lahir 27 Maret 1845 di Lennep Jerman anak seorang pedagang pakaian. Pada usia 3 tahun, keluarganya pindah ke Apeldoorn Belanda. Ia kemudian masuk ke Institut Martinus Herman Van Doorn. Ia awalnya tidak memperlihatkan bakat khusus tetapi sangat menyukai alam dan gemar bertualang di tempat terbuka. Prestasinya juga tergolong biasa-biasa saja dan tak seorangpun menduga ia menjadi ahli fisika dan mencatatkan namanya dalam sejarah dunia sebagai tokoh yang menemukan sinar X (Sinar Rontgen) yang hingga kini makin luas dipergunakan dalam dunia kedokteran. Ia kemudian mendapatkan nobel bidang Fisika pertama tahun 1901.
Rontgen belajar Fisika Universitas Utrecht tahun 1865. Ia kemudian masuk dalam jurusan Rekayasa Mekanik di Politeknik Zurich Swiss dan bekerja di laboratorium Kundt di bawah bimbingan dosennya-Clausius. Rontgen memperoleh gelar Ph.d tahun 1869, kemudian terbang ke Prancis mengajar di Univesitas Strasbourg sebagai guru besar bidang Fisika. Tak lama kemudian ia pindah ke Jerman tahun 1900 menjadi ketua jurusan Fisika Universitas Munich atas permintaan khusus pemerintah Provinsi Bavaria.
Karya pertamanya dipublikasikan tahun 1870 tentang “panas gas yang spesifik”, kemudian disusul karya tulis tentang “konsuksi panas kristal. Tahun 1895 ia mempelajari fenomena yang melintasi lintasan arus listrik melalui gas yang bertekanan snagat rendah. Penelitian ini menginspirasi pada penemuan jenis sinar X. Ia menemukan obyek-obyek dengan ketebalan berbeda yang ditempatkan pada cahaya memperlihatkan transparansi berbeda-beda ketika direkam dengan plat fotografi. Ketika dia mendiamkan sebentar tangan istrinya di garis edar cahaya di atas plat topografi, dia melihat gambar tangan istrinya ketika plat itu di cetak. Gambar bayangan tulang dan cincin yang dikenakan istrinya terlihat dalam gambar rontgen pertama. Dalam percobaan selanjutnya, ia melihat bahwa cahaya baru ini dihasilkan oleh sinar kode yang disorotkan pada obyek material. Karena sifatnya tidak diketahui ia memberinya nama sinar X. Baru di kemudian hari, Max van Laue memperlihatkan sinar X memiliki sifat yang elektromagnetik yang sama dengan sinar lain namun memiliki tinggi frekuensi getar yang berbeda.
Atas penemuannya ini Rontgen mendapat penghargaan luar biasa dari dunia. Jalan-jalan di beberapa kota besar di Eropa di namai sesuai namanya, Ia juga mendapat berbagai hadiah, gelar kehormatan, gelar Dr honoriscausa dari beberapa universitas ternama dunia. Namun kehidupan, gaya dan sikapnya tetaplah sederhana. Ia terkenal orang yang rama, sopan santun, dan tidak segan memberikan bantuan kepada orang lain. Ia juga lebih senang bekerja sendirian dan tidak mengangkat asisten. Rontgen menikah dengan Anna Bertha Ludwig keponakan seorang penyair Otto Ludwig tahun 1872 di Apeldroorn Belanda. Ia meninggal 10 Februari 1923 karena kanker usus 4 tahun setelah istrinya meninggal lebih dulu
Minggu, 09 Maret 2014
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
IDENTITAS MATA
PELAJARAN
Nama Sekolah :
SMPN 02 KETAPANG
Kelas :VIII
Semester :
GENAP
Program :
IPA
Mata pelajaran :
FISIKA
Jumlah pertemuan :1
x pertemuan
Alokasi waktu :2
X 45 Menit
A.Standar kompetensi
Ø
Memahami peran usaha, gaya, dan energi dalam
kehidupan sehari-hari.
B.Kompetensi dasar
Ø
Menyelidiki tekanan pada benda padat, cair, dan
gas serta penerapannya dalam kedidupan sehari-hari
C. Indikator
1.
Mendefinisikan pengertian tekanan
2.
Mendefinisikan tekanan pada zat padat berserta
contohnya dalam kehidupan sehari-hari
3.
Mendefinisikan tekanan pada zat cair berserta
contohnya dalam kehidupan sehari-hari
4.
Medefinisikan tekanan pada udara beserta
contohnya dalam kehidupan sehari-hari
D. Tujuan pembelajaran
1.
Melalui demonstrasi siswa dapat menjelaskan
pengertian tekanan dengan benar
2.
Melalui demonstrasi siswa dapat merumuskan tekanan
pada zat padat dengan benar
3.
Melalui demonstrasi siswa dapat menyebutkan
contoh tekanan pada zat padat dengan benar
4.
Melalui demonstrasi siswa dapat merumuskan tekanan pada zat cair dengan benar
5.
Melalui demonstrasi siswa dapat menyebutkan
contoh tekanan pada zat cair dengan benar
6.
Melalui demonstrasi siswa dapat merumuskan
tekanan pada udara dengan benar
7.
Melalui demonstrasi
siswa dapat menyebutkan contoh tekanan pada udara dengan benar
E. Materi : TEKANAN
1.pengertian tekanan
Tekanan adalah besarnya yang berkerja pada benda tiap satu
satuan luas permukaan bidang tekanan
2.Tekanan
zat padat
Pada saat kita berjalan di atas tanah
yang berlumpur jejak kaki kita akan tampak membekas lebih dalam jika
dibandingkan dengan jejak kaki kita berjalan di tanah yang tak berlumpur.
Gejala ini menunjukkan bahwa tekanan kaki kita pada tanah berlumpur lebih besar
dibandindingkan tekanan kaki kita pada tanah yang tak berlumpur. Contoh lain
dari peristiwa ini adalah pada waktu menancapkan paku runcing lebih mudah
daripada paku tumpul dan dengan pisau yang tajam memudahkan kita memotong suatu
benda.
Rumusan tekanan zat padat
Tekanan merupakan besarnya gaya tekan dibagi luas
bidang tekan.
Secara matematis tekanan zat padat dapat di rumuskan sebagai berikut ini
:
dengan:
P = tekanan (N/m2)
F = gaya tekan (N)
A = luas bidang (m2)
Faktor – faktor yang mempengaruhi tekanan adalah besarnya gaya tekan dan luas bidang tekan.
P = tekanan (N/m2)
F = gaya tekan (N)
A = luas bidang (m2)
Faktor – faktor yang mempengaruhi tekanan adalah besarnya gaya tekan dan luas bidang tekan.
3.Tekanan Zat Cair
Secara matematis tekanan zat cair dapat di rumuskan sebagai berikut ini :
dengan
P = tekanan (N/m2)
9 = massa jenis zat cair (kg/m3)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
h = tinggi zat cair (m)
Tekanan pada zat cair dipengaruhi oleh massa jenis, gaya, ketinggian zat cair
Permukaan zat cair bermassa jenis sama dalam keadaan diam di dalam bejana berhubungan selalu mempunyai permukaan yang sejajar. Apabila ada zat cair yang bermassa jenis tidak sama dimasukkan ke dalam bejana berhubungan, maka kedua benda cair tersebut tidak akan bercampur, sehingga permukaan kedua zat cair tersebut tidak sama tinggi.
P = tekanan (N/m2)
9 = massa jenis zat cair (kg/m3)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
h = tinggi zat cair (m)
Tekanan pada zat cair dipengaruhi oleh massa jenis, gaya, ketinggian zat cair
Permukaan zat cair bermassa jenis sama dalam keadaan diam di dalam bejana berhubungan selalu mempunyai permukaan yang sejajar. Apabila ada zat cair yang bermassa jenis tidak sama dimasukkan ke dalam bejana berhubungan, maka kedua benda cair tersebut tidak akan bercampur, sehingga permukaan kedua zat cair tersebut tidak sama tinggi.
4.Tekanan udara
Tekanan udara di permukaan laut rata-rata sebesar 1
atm atau 76 cmHg. Makin rendah suatu tempat, makin besar tekanannya.
Sebaliknya, makin tinggi suatu tempat, makin rendah tenannya. Setiap kenaikkan
10 m tekanan udara berkurang sebesar 1 mmHg. Udara merupakan benda gas
yang sangat erat hubungannya dengan kehidupan kita. Udara yang meliputi bumi
mempunyai berat yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi. Karena udara
memiliki berat, maka udara juga memiliki tekanan. Besarnya tekanan udara
ditentukan oleh tinggi suatu tempatnya dari permukaan air laut.
F.Model dan Metode Pembelajaran
Ø
Model : direct instruction (lansung)
Ø
Metode : demonstrasi dan Tanya jawab
G. Kegiatan Pembelajaran
|
Fase-fase pembelajaran lansung
|
Kegiatan guru
|
Kegiatan siswa
|
Alokasi waktu
|
|
1.Fase Memotivasi Siswa Serta Menyampaikan Tujuan Pembelajaran
|
a.Guru mengabsen pesrta didik
b.Memotivasi siswa dengan
Ø Guru
menunjukan dua buah sabun dan dua buah uang logam.
Ø Guru
bertanya kepada siswa kira-kira apa yang dilakukan guru dengan kedua bahan
tersebut.
Ø
Guru melanjutkan kegiatan dan menyuruh salah
satu siswa maju kedepan untuk mempratekan bahan yang ada didepan.
Ø
Guru menyuruh siswa maju meletakan koin
tersebut diatas sabun dengan posisi berbeda, yang satu didirikan dan yang
satu tidak didirikan,
Ø Guru
menyuruh siswa menekan logam tersebut dengan gaya yang sama,dan
Ø Guru
bertanya posisi manakah yang bekasnya lebih dalam..? mengapa demikian
Ø Guru
melanjutkan kegiatan,
Ø Guru
menyuruh siswa menekan kedua logam dengan posisinya sama, tetapi dengan gaya
yang berbeda, yang satunya diberi gaya yang besar dan yang satunya lagi
diberi gaya yangkecil.
Ø Guru
bertanya yang manakah bekas uang logam yang lebih dalam ? mengapa demikian
c.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
1. Melalui
demonstrasi siswa dapat menjelaskan pengertian tekanan
2. Melalui
demonstrasi siswa dapat menjelaskan tekanan pada zat padat
3. Melalui
demonstrasi siswa dapat menyebutkan contoh tekanan pada zat padat
4. Melalui
demonstrasi siswa dapat menentukan tekanan
pada zat cair
5. Melalui
demonstrasi siswa dapat menyebutkan contoh tekanan pada zat cair
6. Melalui
demonstrasi siswa dapat menentukan tekanan pada udara
7. Melalui demonstrasi siswa dapat menyebutkan contoh tekanan gas
dengan benar
|
a.Siswa diam dan mendengarkan
b. Siswa menjawab”tidak tahu bu”. Memperhatikan temannya yang ada
didepan
-Diharapkan siswa menjawab yang berdiri.karena semakin kecil luas
bidang tekanan suatu benda maka semakin besar tekanan yang terjadi
- Pertanyaan ke-2. Diharapkan siswa menjawab yang diberi gaya yang
diberi gaya besar. Karena semakin besar gaya diberikan maka semakin besar
pula tekananyang terjadi.
c.Siswa mendengrkan
|
5 Menit
|
|
2.Fase Mendemostrasikan Pengetahuan Siswa
|
a.Guru menunjukan kepada siswa sebuah paku yang runcing dan paku yang
tumpul
b.Guru membuat pertanyaan kepada siswa paku mana yang tekanannya
besar.? mengapa demikian
|
a. Siswa memperhatikan
b. Siswa diharapkan menjawab “paku yang runcing. Karena paku yang
runcing memiliki besar luas bidang yang kecil. Sebab semakin kecil luas bidang
maka tekanannya semakin besar.
|
5 Menit
|
|
3.Fase Menyampaiakan Materi Pembelajaran
|
a.Guru menyampaikan materi tentang tekanan pada zat cair,tekanan pada
zat cair, tekanan pada gas
|
a.siswa diam dan mendengarkan
|
15 Menit
|
|
4.Fase Memimbing Pelatihan
|
a.Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang hal-hal
yang belum dipahami
b. Guru memberi LKS
|
a.Siswa diharapkan bertanya
b.Diharapkan siswa mengerjakannya
|
5 Menit
|
|
5.Fase Mengecek Pemahaman dan Memberi Umpan Balik
|
a.Guru memberikan soal untuk melatih kemampuan siswa
b. Guru menyampaikan waktu pengerjaan soal
c.Guru memberi umpan balik dan membahas soal bersama-sama
|
a.siswa diharapkan mencatat soal
b.Siswa diharapkan mendengarkan sambil mengerjakan soal
c.Siswa diharapkan mendengarkan dan mengeroksi perkerjaan
masing-masing
|
10 Menit
|
|
6.Fase Memberi Latihan dan Penerapan Konsep
|
a.Guru bertanya kepada siswa” jadi setelah kita belajar tadi ada yang
biasa menyimpulkannya.?
b.Guru memberi tugas rumah (PR)
c. Guru mengimformasikan pelajaran yang dipelajari pada pertemuan
selanjutnya
d.Guru memberikan salam
|
a.siswa diharapkan menjawab”
Ø tekanan
adalah besarnya gaya yang berkerja pada benda tiap satu satuan luas permukaan
bidang tekanan.
Ø Semakin
besar gaya tekanan diberikan, semakin besar pula tekanan yang terjadi , namun
semakin besar luas bidang tekanan suatu benda maka semakin kecil tekanan yg terjadi
b.Diharapkan siswa mencatatnya
c.Diharapakan sisiwa mendengarkan
d.Siswa diharapkan memberi salam
|
5 Menit
|
H.Penilaian Hasil Belajar
1.
Teknik penilaian
2.
Bentuk instrumental soal
3.
Instrument
Ø
Penerapan dan pemahaman konsep akademis
1.jelaskan apa yang dimaksud dengan tekanan ?
2.sebuah balok memepuanyi luas bidang 10m2 dan mempuanyi gaya tekanan 20N.berapakah
tekanan yang dihasilkan balok tersebut.?
3.sebutkan salah satu contoh tekanan pada zat padat dalam kehidupan
sehari-hari?
4.sebuah alat pengangkat mobil menggunakan luas penampang penginsap kecil
10 cm2 dan penginsap besar 50 cm2. Berapakah gaya yang
harus diberikan agar dapat mengangkat sebuah mobil 20.000 N.?
5.sebutkan salah satu contoh tekanan pada zat cair dalam kehidupan
sehari-hari?
6.satuan tekanan dalam SI adalah pascal (pa) atau (N/m2). Jika
massa jenis raksa 13.600 kg/m2, percepatan gravitasi ditempat itu
9,8 m/s2, dan 1 atmosfer sama dengan tinggi raksa 76 cm, berapa
pascalkah satu atmosfer?
7.sebutkan salah satu contoh tekanan pada gas dalam kehidupan
sehari-hari?
|
no
|
Kunci jawaban
|
Skor
|
|
1
|
Tekanan adalah besarnya gaya yang berkerja
pada benda tiap satu satuan luas permukaan bidang tekanan
|
15
|
|
2
|
Dik A= 10m2, F= 20N
Dit p..?
Jawab
P= F/A
P= 20N/10m2
= 2
N/m2
|
15
|
|
3
|
Contohnya adalah paku yang runcing dan paku
yang tumpul
|
10
|
|
4
|
Dik A1 = 10 cm2, A2
=50 cm2, F2 =20.000
Dit F1…..?
JAWAB
F1= F2
F1 = (20.000N)
F1 = 4.000 N
|
15
|
|
5
|
Contohnya adalah pada saat kita berenang
|
10
|
|
6
|
Dik
Dit 1 atm=… pa
Jawab:
P=
=(13.600kg/m3) (9,8 m/s2) (0,76 m)
=101,292,8 N/m2
=101,293 Kn/m2
= 101,293 kPa
|
15
|
|
7
|
Contohnya adalah atmosfer
|
10
|
Ø
Penugasan (PR)
1.
Pada saat kita berjalan diatas tanah yang
berlumpur jejek kaki kita akan tampak membekas lebih dalam,jika dibandingkan
dengan jejak kaki kita berjalan yang tak da lumpur,contoh ini termaksud tekanan
pada apa..???
2.
Sebuah alat pengangkat mobil menggunakan luas
penampang penginsap kecil 10 cm2 dan penginsap besar 50 cm2.
Berapakah gaya yang harus diberikan agar dapat mengangkat sebuah mobil 20.000
N..??
Ø
Kunci jawaban dan pengskoran
|
No
|
Kunci jawaban
|
Skor
|
|
1
|
adalah contoh tekanan pada zat padat
|
20
|
|
2
|
Dik
A1 = 10 cm2
A2 = 50 cm2
F2 = 20.000 N
Dit F1...???
Jawab
F1 = F1
F1 =
(20.000 N)
F1 = 4.000
N
|
30
|
I.Alat
/ Bahan dan Sumber Belajar
a)
Alat dan bahan ;1.papan tulis
2.penghapus papan tulis
3.spidol
b). sumber belajar : buku IPA :
belajar IPA membuka cakrawala alam sekitar untuk kelas VIII SMP dan MTS penerbit
:PT. Setia purna invest
mengetahui Pontianak
,…
Kepala Sekolah Guru
(................................) (.................................)
NIP........................... NIP............................
Subscribe to:
Komentar (Atom)

