Minggu, 21 Juni 2015
Nama : Lisa Susanti
Nim : 321200002
Kelas : B Pagi
MK : E-Learning (Ujian Akhir Semester)
BAHAN
AJAR
GERAK
MELINGKAR
Standar
Kompetensi :
Menerapkan konsep dan
prinsip dasar kinematika dan dinamika benda titik.
Kompetensi Dasar :
Menganalisis besaran fisika
pada gerak melingkar dengan laju konstan.
Indikator
:
1. Mengidentifikasi besaran
frekuensi sudut, periode dan sudut tempuh yang terdapat pada gerak melingkar
dengan laju konstan.
2. Menerapkan prinsip roda-roda
yang saling berhubungan secara
kualitatif.
Tujuan :
1. Dapat
menjelaskan pengertian dan besaran dalam gerak melingkar
2. Dapat
menjelaskan pengertian dan menurunkan persamaan gerak melingkar beraturan
3. Dapat
menjelaskan percepatan dan gaya sentripital
4. Dapat
menjelaskan hubungan roda-roda
A.
Pengertian
Gerak Melingkar
Gerak
melingkar adalah gerak benda pada lintasan berbentuk lingkaran.
Contoh
:1. Bulan mengitari bumi
2. Roda ban mobil/motor
3. Planet mengitari matahari
Besaran-besaran
dalam gerak melingkar
1. Perpindahan
sudut
Perpindahan
sudut adalah perbandingan antara jarak x dan jari-jari R.
Persamaannya
yaitu :
2. Kecepatan
sudut
Kecepatan
sudut adalah perubahan lintasan sudut tiap satuan waktu
Persamaannya
yaitu :
3. Percepatan
sudut
Percepatan
sudut adalah perubahan kecepatan sudut tiap satuan waktu
Persamaannya
yaitu :
B.
Gerak
Melingkar Beraturan (GMB)
Gerak
melingkar beraturan adalah gerak suatu benda pada lintasan berbentuk lingkaran
pada kecepatan konstan.
Besaran
dalam gerak melingkar beraturan (GMB) :
1. Periode
(T) : selang waktu yang dibutuhkan benda untuk dapat melakukan suatu putaran
penuh.
2. Frekuensi
(F) : banyaknya putaran yang di tempuh benda dalam waktu satu second.
Hubungan
periode (T) dan frekuensi (f) :
3. Kelajuan
linear (V)
Kelajuan
linear adalah jarak yang di tempuh benda pada lintasan yang berbentuk lingkaran
dibagi dengan waktu tempuh.
Dengan
persamaan nya yaitu :
4. Kecepatan
angular/sudut
Kecepatan
angular adalah perbandingan sudut suatu lingkaran dengan periode.
Persamaannya
yaitu :
Hubungan
antara kelajuan dan kecepatan sudut yaitu :
C.
Percepatan
Sentripital
Percepatan
sentripital adalah percepatan yang dialami benda bergerak melingkar dan arah
percepatan selalu menuju pusat lingkaran.
Persamaannya
yaitu :
Arah
percepatan sentripital selalu tegak lurus terhadap kecepatan linearnya seperti
pada gambar di bawah ini :
Gaya
Sentripital
Gaya
sentripital adalah resultan semua gaya dan komponen pada arah radial.
Arah
dari gaya yang menuju pusat lingkaran adalah positif dan gaya yang menjauh dari
pusat lingkaran adalah negatif.
Bila
digunakan hukum II Newton maka besar gaya sentripital dirumuskan sebagai
berikut :
D.
Hubungan
Roda-Roda
1. Kecepatan
pada roda-roda berpusat
2. Kecepatan
pada roda-roda bersinggungan
3. Kecepatan
roda-roda yang dihubungkan dengan tali
Senin, 01 Juni 2015
Model Pembelajaran Student Team Achievment Division (STAD)
0 komentar Diposting oleh Lisa Susanti di 05.39
PEMBAHASAN
MODEL
COOPERATIVE LEARNING
Student
Team Achievement Division (STAD)
A.
Definisi
Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
Pembelajaran
kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) yang dikembangkan oleh
Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin (dalam Slavin,
1995) merupakan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan merupakan
pembelajaran kooperatif yang cocok digunakan oleh guru yang baru mulai
menggunakan pembelajaran kooperatif.
Student Team
Achievement Divisions (STAD) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif
yang paling sederhana. STAD merupakan sebuah tipe pembelajaran kooperatif yang
memberi tim berkemampuan majemuk latihan untuk mempelajari konsep dan keahlian
bersama para siswanya (Slavin, 1986). Model Pembelajaran Koperatif tipe STAD
merupakan pendekatan Cooperative Learning yang menekankan pada aktivitas dan
interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam
menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal.
B.
Kelebihan
dan Kelemahan Pembelajaran Kooperatif tipe STAD
Kelebihan dan
Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif Metode STADSetiap model pembelajaran
mempunyai kelebihan dan kelemahan, begitu juga dengancooperative learning.
Menurut Slavin dalam Hartati (1997:21)cooperative learning mempunyai kelebihan
dan kekurangan sebagai berikut:
1.
Kelebihan
a.
Dapat mengembangkan prestasi siswa, baik
hasil tes yang dibuat guru maupun tes baku.
b.
Rasa percaya diri siswa meningkat, siswa
merasa lebih terkontrol untuk keberhasilan akademisnya.
c.
Strategi kooperatif memberikan
perkembangan yang berkesan pada hubungan interpersonal di antara anggota
kelompok yang berbeda etnis.
Keuntungan
jangka panjang yang dapat dipetik dari pembelajaran kooperatif menurut Nurhadi (2004:115-116) adalah sebagai berikut :
a.
Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan
sosial.
b. Memungkinkan para siswa saling belajar
mengenai sikap, keterampilan, informasi, perilakusosial, dan
pandangan-pandangan.
c.
Memudahkan siswa melakukan penyesuaian.
d.
Memungkinkan terbentuk dan berkembangnya
nilai-nilai sosial dan komitmen.
e.
Menghilangkan sifat mementingkan diri
sendiri dan egois.
f.
Membangun persahabatan yang dapat
berkelanjutan hingga masa dewasa.
g. Berbagai keterampilan sosial yang
diperlukan untuk memelihara hubungan saling membutuhkan dapat diajarkan dapat
dipraktekkan.
h.
Meningkatkan rasa saling percaya kepada
sesama manusia.
i.
Meningkatkan kemampuan memandang masalah
dan situasi dari berbagai perspektif.
j.
Meningkatkan kesediaan menggunakan ide
orang lain yang dirasakan lebih baik.
k. Meningkatkan kegemaran berteman tanpa
memandang perbedaan kemampuan, jenis kelamin, normal ataucacat, etnis, kelas
sosial, agama, dan orientasi tugas.
Menurut Slavin dalam Hartati (1997:21) cooperative
learning mempunyai kekurangan sebagai berikut:
2.
Kelemahan
a.
Apabila guru terlena tidak mengingatkan
siswa agar selalu menggunakan keterampilan-keterampilan kooperatif dalam
kelompok maka dinamika kelompok akan tampak macet.
b.
Apabila jumlah kelompok tidak
diperhatikan, yaitu kurang dari empat, misalnya tiga, maka seorang anggota akan
cenderung menarik diri dan kurang aktif saat berdiskusi dan apabila kelompok
lebih dari lima maka kemungkinan ada yang tidak mendapatkan tugas sehingga
hanya membonceng dalam penyelesaian tugas.
c.
Apabila ketua kelompok tidak dapat
mengatasi konflik-konflik yang timbul secara konstruktif, maka kerja kelompok
akan kurang efektif.
C.
Langkah-langkahdalammenggunakanModel Cooperative LearningStudent
Team Achievement Division (STAD)
1.
Guru
membentuk kelompok yang anggotanya 6 orang secara
heterogen (campuran
menurut prestasi, suku, jenis
kelamin
dan lain-lain)
2.
Guru
menyajikanpelajaransecarasingkat.
3. Guru
memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok, anggota yang tahu
menjelaskan
kepada
anggota yang lainnya
sampai
semua
anggota
dalam
kelompok tersebut
mengerti.
4. Guru
mengamati peserta didik yang sedang
mengerjakan
tugas
sambil
mengelilingi
tiap kelompok
dan
melihat
adanya
kemungkinan
peserta
didik
memerlukan
bantuan.
5. Guru
memberi kuis atau pertanyaan kepada seluruh peserta didik. Pada saat menjawab pertanyaan, tidak
boleh
ada yang saling
membantu.
6.
Guru
memberievaluasidanpenilaian.
7.
Penutup.
Tujuan
utama dari pengajaran
ini adalah guru menyajikan materi
pelajaran sesuai
dengan yang
direncanakan. Setiap awal
dalam pembelajaran
kooperatif tipe STAD
selaludimulai dengan penyajian
kelas. Penyajian kelas
tersebut mencakup pembukaan,
pengembangan
dan latihan terbimbing dari keseluruhan pelajaran dengan penekanan dalam
penyajian materi
pelajaran. Pada saat
pertama kali guru
menggunakan pembelajaran
kooperatif, guru
juga perlu memberikan
bantuan dengan cara
menjelaskan perintah,
mereview
konsep atau menjawab pertanyaan.
Selama belajar kelompok, tugas anggota kelompok adalah menguasai materi yang
diberikan guru
dan membantu teman
satu kelompok untuk
menguasai materi tersebut.
Peserta
didik diberi lembar kegiatan yang dapat digunakan untuk melatih keterampilan
yang
sedang
diajarkan untuk mengevaluasi diri mereka dan teman satu kelompok.
Kuis dikerjakan peserta
didik secara mandiri. Hal
ini bertujuan untuk menunjukkan
apa saja
yang telah diperoleh
peserta didik selama
belajar dalam kelompok.
Hasil kuis
digunakan sebagai
nilai perkembangan individu
dan disumbangkan dalam
nilai
perkembangan
kelompok. Langkah pertama yang harus dilakukan pada kegiatan ini
adalahmenghitung nilai kelompok
dan nilai perkembangan
individu dan memberi
sertifikat ataupenghargaan kelompok
yang lain. Pemberian
penghargaan kelompok berdasarkan
padarata-rata nilai perkembangan individu dalam kelompoknya.
D.
Contoh
aplikasi model STAD dalam Fisika
1. Gerak lurus
Gerak
lurus di katakan bergerak apabila kedudukannya berubah terhadap acuan. Misalnya
penumpang yang berada didalam kereta yang sedang bergerak meninggalkan stasiun.
Jika stasiun di tentukan sebagai acuan, maka penumpang dan kereta bergerak
terhadap stasiun. jika kereta ditentukan sebagai acuan, maka dapat dikatakan
penumpang diam (tidak bergerak) terhadap kereta. Lintasan adalah titik-titik
berurutan yang di lalui oleh suatu benda yang bergerak. Benda dikatakan
bergerak lurus jika kedudukannya berubah terhadap acuan dan dalam lintasan yang
lurus.
Kedudukan
adalah letak suatu benda pada suatu waktu terhadap suatu titik acuantertentu.
Kedudukan suatu benda dapat di nyatakan terhadap suatu titik sembarang terhadap
suatu titik yang disebut titik acuan.
Kedudukan dikanan titik acuan bertanda positif (+) dan kedudukan di sebelah
kiri titik acuan bertanda negatif (-).
Jadi kedudukan suatu benda di tentukan oleh besar dan arah, sehingga kedudukan
termasuk besaran vektor.
Jarak
adalah panjang sesungguhnya yang ditempuh oleh suatu benda dalam waktu
tertentu. Perpindahan adalah suatu perubahan kedudukan suatu benda dalam waktu tertentu. Perpindahan hanya
bergantung pada kedudukan awal dan akhir, serta tidak bergantung pada lintasan
yang di tempuh benda. Contoh Doni bergerak dari A ke B kemudian bergerak ke C.
Jarak
yang di tempuh doni : A-B-C
Perpindahan
: A-C
Kelajuan adlah perbandingan jarak dengan
waktu tempuh dan besaran tidakbergantung pada arah. Alat untuk mengukur
kelajuan adalah speedometer.Kecepatanadalah perbandingan antara perpindahan
dengan waktu tempuhnya.Kecepatan dapat bernilai positif atau negatif, dan
termasuk besaran vektor.
2.
Gerak
Lurus Beraturan
Gerak lurus beraturan didefinisikan sebagai gerak
suatu benda pada lintasan yang lurus dengan kecepatan tetap. Kecepatan tetap
artinya arah dan besarnya tetap. Hubungan antara perpindahan (s), kecepatan (v), dan
waktu (t) pada gerak lurus beraturan adalah :
|
Kecepatan (v) = s/t
a.
Grafik hubungan antara perpindahan
(s) dan waktu (t) pada Gerak Lurus Beraturan (GLB)
b.
Grafik hubungan antara Kecepatan
(v) dan waktu (t) pada Gerak Lurus Beraturan (GLB)
E.
Kerangka
berpikir
Model kelompok
diskusi adalah model pembelajaran dan pembicaraan yang bersifat edukatif reflektif
dan terstruktur dengan peserta didik yang lain. (kindvatter wilen isiher 1990 :
278). Intinya adalah pembicaraan, saling tukar gagasan dan ide dengan yang
lain. Diskusi dengan teman yang lain tentang konsepyang di pelajari dengan
membuat mereka tertantang mengerti lebih dalam.
Namun yang di
perhatikan dalam belajar kelompok adalah guru memberika beberapa tugas yang
sama di setiap kelompok dan peserta didik mengerjakan tanpa melibatkan teman
yang lain.
Padahal yang di
harapkan dalam belajar seperti ini adalah peserta didik dipacu terlibat aktif
dalam diskusi. Mereka dibiasakan dalam mengekspresikan apa yang dipikirkan.
Karena itu untuk peserta didik yang pasif tidak dapat mengembangkan
pengetahuannya dan hasil belajarnya kurang dalam pembelajaran. Pertanyaan
sekarang bagaimana meningkatkan hasil belajar peserta didik yang pasif dalam
model pembelajaran kelompok ?
Jawabannya :
menggunakan model koopratif tipe stad. Dengan model ini peserta didik di
tempatkan dalam tim belajar yang tugasnya menguasai materi yang di berikan guru dan membantu teman satu
kelompok untuk menguasai materi tersebut. Peserta didik di beri lembar kegiatan
(tugas) yang dapat di gunakan untuk melatih keterampilan yang sedang di ajarkan
untukmengevaluasi diri mereka dan tman satu kelompok.
Gambar. 2. Bagian Kerangka Berfikir
DAFTAR
PUSTAKA
Arends, R. I. 1997. Classroom Instruction and Management. McGraw Hill
Companies. New York.
Burden, P. & Byrd, D. 1999. Methods for Effective Teaching. Boston :
Allyn and Bacon.
Hamza,
B.U, 2008. Model Pembelajaran, Menciptakan
Proses Belajar Mengajar Yang
Kreatif danEfektif, Penerbit Bumi
Aksara.
Ibrahim, M, Fida R. Nur.M dan Ismono.
2000. Pembelajaran Kooperatif. Unesa
Press. Surabaya.
Lie, Anita. 2002, CooperativeLearning : Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang–ruang
kelas. Grasindo Gramedia. Jakarta.
Tim pelatih PGSM. 1999. Penelitian Tindakan Kelas, Proyek PGSM
Depdikbud Jakarta.12
Untuk Download artikel di atas silahkan dowload di SINI
Cara Download :
- tunggu 5 Detik
- Klik SKIP AD di Pojok Kanan Atas
- Selesai
Subscribe to:
Komentar (Atom)





















