Senin, 01 Juni 2015
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Dalam implementasi
kurikulum, model, pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran
merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, karena suatu model
tertentu yang digunakan dalam implementasikan kurikulum membawa implikasi
terhadap penggunaan pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran
tertentu pula. Dalam implementasi kurikulum atau proses pembelajaran selalu
ditemukan istilah model pembelajaran. Model pengajaran adalah pola yang
menggambarkan urutan alur tahap-tahap keseluruhan yang pada umumnya disertai
dengan serangkaian kegiatan pembelajaran. Pola urutan dari macam-macam model
pengajaran memiliki komponen yang sama. Salah satu dari model pembelajaran
adalah model pembelajaran langsung. Model pengajaran langsung adalah salah satu
pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa
yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang
terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang
bertahap, selangkah demi selangkah.
Kita sering mendengar
atau membaca bahkan menggunakan istilah model pembelajaran langsung, akan
tetapi dalam prakteknya, model pembelajaran yang digunakan tidak sesuai dengan
teorinya. Hal ini dapat disebabkan karena kurang pahamnya guru dalam mempelajari
model pembelajaran langsung.
B.Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang
tersebut, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
1.Apa
pengertian model pembelajaran langsung ?
2.Apa
ciri-ciri model pembelajaran langsung ?
3.Apa
kelebihan dan kekurangan model pembelajaran langsung ?
4.Bagaimana
tahap-tahap model pembelajaran langsung ?
5.Contoh
pembelajaran apa yang sesuai dengan pembelajaran langsung ?
C.Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah
ini adalah:
1.Mengetahui
tentang pengertian model pembelajaran langsung
2.Mengetahui
tentang ciri-ciri model pembelajaran langsung
3.Mengetahui
tentang kelebihan dan kekurangan model pembelajaran langsung
4.Mengetahui
tentang tahap-tahap model pembelajaran langsung
5.Mengetahui
contoh aplikasi materi fisika yang
sesuai dengan pembelajaran langsung
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Model Pembelajaran
Langsung
Pembelajaran langsung
pada umumnya dirancang secara khusus untuk mengembangkan aktivitas belajar di
pihak siswa berkaitan dengan aspek pengetahuan procedural (pengetahuan tentang
bagaimana melaksanakan sesuatu) serta pengetahuan deklaratif (pengetahuan
tentang sesuatu dapat berupa fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi) yang
terstruktur dengan baik yang dapat dipelajari selangkah demi selangkah. Fokus
utama dari pembelajaran ini adalah pelatihan-pelatihan yang dapat diterapkan
dari keadaan nyata yang sederhana sampai yang lebih kompleks. Pengajaran
langsung berpusat pada guru, tetapi harus menjamin terjadinya keterlibatan
siswa. Disini guru menyampaikan isi akademik dalam format yang terstruktur,
mengarahkan kegiatan para siswa dan menguji keterampilan siswa melalui
latihan-latihan di bawah bimbingan dan arahan guru. Jadi lingkungannya harus
diciptakan yang berorientasi pada tugas-tugas yang diberikan pada siswa.
B.Ciri-Ciri Model Pembelajaran
Langsung
Ciri-ciri model
pembelajaran langsung adalah sebagai berikut:
a.Adanya tujuan pembelajaran
Pembelajaran langsung
ini menekankan tujuan pembelajaran yang harus berorientasi kepada siswa dan
spesifik, mengandung uraian yang jelas tentang situasi penilaian (kondisi
evaluasi), dan mengandung tingkat ketercapaian kinerja yang diharapkan
(kriteria keberhasilan).
b.Sintaks atau pola keseluruhan
dan alur kegiatan pembelajaran
Pada model pembelajaran
langsung terdapat lima fase yang sangat penting. Pembelajaran langsung dapat
berbentuk ceramah, demonstrasi, pelatihan atau praktek, dan kerja kelompok.
Pembelajaran langsung digunakan untuk menyampaikan pelajaran yang
ditransformasikan langsung oleh guru kepada siswa. Ada 5 tahapan pembelajaran
langsung:
Tahap 1: Menyampaikan tujuan dan
mempersiapkan siswa
Tahap 2: Mendemonstrasi
pengetahuan dan keterampilan.
Tahap 3: Membimbing pelatihan
Tahap 4: Memeriksa pemahaman dan
memberikan umpan balik
Tahap 5: Memberikan kesempatan
untuk latihan lanjutan dan penerapan konsep
c.Sistem pengelolaan dan
lingkungan belajar yang mendukung berlangsung dan berhasilnya pembelajaran
Keberhasilan metode
pembelajaran langsung memerlukan lingkungan yang baik untuk presentasi dan
demonstrasi, yakni ruangan yang tenang dengan penerapan cukup, termasuk alat
atau media yang sesuai. Di samping itu, metode pembelajran langsung juga
bergantung pada motivasi siswa yang memadai untuk mengamati kegiatan yang
dilakukan guru dan mendengarkan segala sesuatu yang dikatakannya. Pada
hakikatnya, pembelajaran langsung memerlukan kaidah yang mengatur bagaimana
siswa yang suka berbicara, prosedur untuk menjamin tempo pembelajaran yang
baik, strategi khusus untuk mengatur giliran keterlibatan siswa, dan untuk
menanggulangi tingkah laku siswa yang menyimpang.
C.Kelebihan dan Kekurangan Model
Pembelajaran Langsung
Secara umum tiap-tiap
model pembelajaran tentu terdapat kelebihan-kelebihan yang membuat model
pembelajaran tersebut lebih baik digunakan dibanding dengan model pembelajaran
yang lainnya. Seperti halnya pada Model Direct Instruction atau model
pembelajaran langsung pun mempunyai beberapa kelebihan yaitu sebagai berikut:
a. Dengan model pembelajaran
langsung, guru mengendalikan isi materi dan urutan informasi yang diterima oleh
siswa sehingga dapat mempertahankan fokus mengenai apa yang harus dicapai oleh
siswa.
b. Dapat diterapkan secara
efektif dalam kelas yang besar maupun kecil Merupakan cara yang paling efektif
untuk mengajarkan konsep dan keterampilan-keterampilan yang eksplisit kepada
siswa yang berprestasi rendah.
c. Model Pembelajaran Direct
Instruction menekankan kegiatan mendengarkan (melalui ceramah) sehingga
membantu siswa yang cocok belajar dengan cara-cara ini. Dengan Ceramah dapat
bermanfaat untuk menyampaikan informasi kepada siswa yang tidak suka membaca
atau yang tidak memiliki keterampilan dalam menyusun dan menafsirkan informasi,
serta untuk menyampaikan pengetahuan yang tidak tersedia secara langsung bagi
siswa, termasuk contoh-contoh yang relevan dan hasil-hasil penelitian terkini.
d. Model Pembelajaran Direct
Instruction (terutama kegiatan demonstrasi) dapat memberikan tantangan untuk
mempertimbangkan kesenjangan antara teori (hal yang seharusnya) dan observasi
(kenyataan yang terjadi). Dengan ini memungkinkan siswa untuk berkonsentrasi
pada hasil-hasil dari suatu tugas dan bukan teknik-teknik dalam
menghasilkannya. Hal ini penting terutama jika siswa tidak memiliki kepercayaan
diri atau keterampilan dalam melakukan tugas tersebut.
e. Siswa yang tidak dapat
mengarahkan diri sendiri dapat tetap berprestasi apabila model pembelajaran
langsung digunakan secara efektif.Selain memiliki kelebihan-kelebihan tersebut
pembelajaran langsung juga memiliki kekurangan-kekurangan diantaranya sebagai
berikut:
1. Dalam model pembelajaran
langsung, sulit untuk mengatasi perbedaan dalam hal kemampuan, pengetahuan
awal, tingkat pembelajaran dan pemahaman, gaya belajar, atau ketertarikan
siswa.
2. Karena siswa hanya memiliki
sedikit kesempatan untuk terlibat secara aktif, sulit bagi siswa untuk
mengembangkan keterampilan sosial dan interpersonal mereka.
3. Karena guru memainkan peran
pusat dalam model ini, kesuksesan strategi pembelajaran ini bergantung pada
image guru. Jika guru tidak tampak siap, berpengetahuan, percaya diri,
antusias, dan terstruktur, siswa dapat menjadi bosan, teralihkan perhatiannya,
dan pembelajaran mereka akan terhambat.
4. Model pembelajaran langsung
sangat bergantung pada gaya komunikasi guru. Komunikator yang buruk cenderung
menghasilkan pembelajaran yang buruk pula dan model pembelajaran langsung
membatasi kesempatan guru untuk menampilkan banyak perilaku komunikasi positif.
5. Jika model pembelajaran
langsung tidak banyak melibatkan siswa, siswa akan kehilangan perhatian setelah
10-15 menit dan hanya akan mengingat sedikit isi materi yang disampaikan.
D. Tahap-Tahap Model Pembelajaran
Langsung
Pembelajaran langsung
ini dapat digunakan sebagai alternatif untuk guru dalam pembelajaran, dalam hal
ini dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran langsung dilakukan dalam
kegiatan, dimana pembelajaran berpusat pada guru, tetapi harus melibatkan
siswa. Tahap-tahap pelaksanaan model pembelajaran langsung sebagai berikut:
1. Guru menyampaikan tujuan dan
mempersiapkan siswa
Tujuan langkah awal
ini untuk menarik dan memusatkan perhatian siswa, serta memotivasi mereka untuk
berperan serta dalam pelajaran itu. Penyampaian tujuan kepada siswa dapat
dilakukan guru melalui rangkuman rencara pembelajaran dengan cara menuliskannya
di papan tulis atau menempelkan informasi tertulis pada papan bulletin, yang
berisi tahap-tahap dan isinya, serta alokasi waktu yang disediakan untuk setiap
tahap. Kegiatan ini bertujuan untuk menarik perhatian siswa, memusatkan
perhatian siswa pada pokok pembicaraan, dan mengingatkan kembali pada hasil
belajar yang telah dimilikinya, yang relevan dengan pokok pembicaraan yang akan
dipelajari.
2. Mendemonstrasikan Pengetahuan
dan Ketrampilan
Guru
mendemonstrasikan ketrampilan dengan benar atau menyampaikan informasi tahap
demi tahap. Kunci untuk berhasil ialah mempresentasikan informasi sejelas
mungkin dan mengikuti
langkah-langkah demonstrasi yang
efektif. Pada fase ini guru dapat menyajikan materi pelajaran baik berupa
konsep-konsep maupun keterampilan. Penyajian materi dapat berupa:
a. penyajian materi dalam
langkah-langkah kecil sehingga materi dapat dikuasai siswa dalam waktu relatif
pendek.
b. pemberian contoh-contoh konsep
c. pemodelan atau peragaan
keterampilan dengan cara demonstrasi atau penjelasan langkah langkah kerja
terhadap tugas.
d. menjelaskan ulang hal-hal yang
sulit
3. Membimbing Pelatihan
Bimbingan dilakukan
dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menilai tingkat pemahaman siswa
dan mengoreksi kesalahan konsep. Pada fase ini guru memberikan kesempatan
kepada siswa untuk berlatih konsep atau keterampilan. Latihan terbimbing ini
baik juga digunakan oleh guru untuk mengases/menilai kemampuan siswa untuk
melakukan tugasnya. Pada fase ini peran guru adalah memonitor dan memberikan
bimbingan jika diperlukan.
Agar dapat mendemostrasikan
sesuatu dengan benar diperlukan latihan yang intensif, dan memperhatikan
aspek-aspek penting dari keterampilan atau konsep yang didemonstrasikan.
4. Mengecek Pemahaman dan
Memberikan Umpan Balik
Guru memeriksa atau
mengecek kemampuan siswa seperti memberi kuis terkini dan memberi umpan balik
seperti membuka diskusi untuk siswa. Guru memberikan review terhadap hal-hal
yang telah dilakukan siswa, memberikan umpan balik terhadap respon siswa yang
benar dan mengulang keterampilan jika diperlukan.
5. Memberikan kesempatan untuk
latihan lanjutan dan penerapan konsep
Guru dapat memberikan
tugas-tugas mandiri kepada siswa untuk meningkatkan pemahamannya terhadap
materi yang telah mereka pelajari. Serta guru mempersiapkan kesempatan
melakukan pelatihan lanjutan, dengan perhatian khusus pada penerapan kepada
situasi lebih kompleks dan kehidupan sehari-hari.
E.Contoh Materi Aplikasi dalam
Fisika
Berikut ini adalah
contoh materi yang dapat diterapkan dengan menggunakan pembelajaran langsung
yaitu “Gerak Lurus beraturan”.
Langkah-langkahnya sebagai
berikut:
1. Persiapan
Guru menjelaskan tujuan
pembelajaran gerak lurus beraturan. Misalnya untuk memahami pengertian gerak
lurus beraturan dengan mengaitkan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Demonstrasi
a. Guru mengarahkan siswa untuk
memahami pengertian gerak lurus dengan memperhatikan gambar ubin kendaraan yang
sedang melaju di jalan yang lurus.
b. Siswa diminta memberi contoh
gerak lurus dalam kehidupan sehari-hari.
c. Guru menjelaskan sifat-sifat
gerak lurus .
3. Pelatihan Terbimbing
Guru memberikan
latihan kepada siswa sambil memeriksa dan membantu kesulitan siswa. Misalnya
siswa diminta mengerjakan LKS untuk memahami gerak lurus beraturan.
4. Mengecek Pemahaman dan Memberi
Umpan Balik
Guru memberikan kuis
untuk mengecek pemahaman siswa dan memberi umpan balik terhadap respon siswa
mengenai materi yang kurang jelas dipahami dalam pelatihan terbimbing.
5. Pelatihan Lanjutan
Guru memberikan tugas
atau PR untuk dikerjakan secara mandiri berupa latihan soal.
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Model pembelajaran
pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai
akhirnya yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model
pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan,
metode dan teknik pembelajaran. Model pembelajaran langsung adalah salah satu
pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa
yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedur yang
terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang
bertahap, selangkah demi selangkah. Ciri-ciri model pembelajaran langsung
adalah 1).Adanya tujuan pembelajaran dan pengaruh model pada siswa termasuk
prosedur penilaian belajar 2).Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan
pembelajaran, dan 3).Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar. Adapun langkah
atau sintaks dari pembelajaran langsuns adalah:
Fase 1: Menyampaikan tujuan dan
mempersiapkan siswa
Fase 2: Mendemostrasikan
pengetahuan dan keterampilan
Fase 3: Membimbing pelatihan
Fase 4: Mengecek pemahaman dan
memberikan umpan balik
Fase 5: Memberikan kesempatan
untuk pelatihan lanjut dan penerapan
B. Saran
Sebagai calon guru,
hendaknya kita mempelajari berbagai macam model-model pembelajaran dengan
sungguh-sungguh, sehingga kita dapat mengaplikasikannya dalam pembelajaran yang
akan kita alami kemudian hari. Model pembelajaran sangat penting karena dapat
mempengaruhi keberhasilan pengajaran bagi guru, dan belajar bagi siswa.
Penggunaan model harus disesuaikan dengan keadaan sekolah, keadaan guru,
keadaan siswa, serta kurikulum yang ada.
Untuk Download artikel di atas silahkan dowload di SINI
Cara Download :
- Tunggu 5 Detik
- Klik SKIP AD di Pojok Kanan Atas
- Selesai
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar